Selasa, 06 September 2011

Switching Role (Bertukar Peran)

Bagian ke-6 dari tulisan Investment for Housewives

Isu yang cukup hangat dan pasti selalu hangat sejak dikenalnya kemampuan perempuan untuk melakukan multi tugas atau multi tasking adalah banyaknya kaum perempuan yang menempati posisi penting dalam perusahaan-perusahaan saat ini. Hal ini membawa konsekuensi yang gampang-gampang susah dalam keluarga modern.
Seperti telah lama diidentifikasi bahwa naluri laki-laki adalah menguasai kawanannya, dalam hubungan antar manusia itu bisa berarti power atas kelompok atau pengaruh atas keluarganya. Lelaki dikenal memiliki ego yang besar…katanya lho…coba cek di internet deh. Dan peningkatan peran perempuan dalam masyarakat dan dunia bisnis menjadi suatu tantangan bagi ego laki-laki dalam keluarga.
Dalam keluarga modern dewasa ini sudah lazim bahwa pencari nafkah dalam keluarga adalah ayah dan ibu. Bahkan dalam beberapa tahun belakangan ini tidak jarang dijumpai Ibu yang memiliki karir dan pendapatan lebih baik daripada suaminya. Listen dear Mom…actually you bring something different in the workplace. Dan bakat bawaan mereka yang mampu mengerjakan sesuatu secara bersamaan menjadi salah satu kemampuan yang dicari di perusahaan2 dewasa ini. Bahkan menurut beberapa penelitian, perempuan lebih mampu menghadapi stress dengan baik dibandingkan laki-laki.
Keadaan seperti di atas bagi beberapa keluarga dapat membawa pada situasi yang berat, karena diakui atau tidak, pergeseran peran pencari nafkah utama dari laki-laki pada perempuan akan membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu berkaitan dengan ego laki-laki. Oleh karena itu, dear Housewives…anda harus waspada pada gejala-gejala dimana suami anda mulai berulah dan mencari perhatian atau sering mengajak anda bertengkar kadang tanpa alasan yang cukup masuk akal. Itu adalah salah satu dari gejala yang ada.
Salah satu kompromi dari masalah itu adalah memberikan suami anda ruang untuk menjadi Family Financial Manager bagi anda dan andalah yang bertugas sebagai pencari nafkah utama. Percayakan pengelolaan keuangan pada suami anda dan bicarakan baik-baik karena to be honest…ada kecenderungan laki-laki lebih mudah menggunakan uang untuk tujuan2 diluar tujuan keluarga…waspadalah atas potensi penyelewengan ini. Tapi sebelum terbukti baiklah kita tidak berasumsi dan let’s think in a positive way.
Berbagi peran dengan asumsi bahwa pasangan kita tidak akan mampu melaksanakan peran tersebut hanya akan semakin membebani anda dan juga pasangan anda. Dan percayalah bahwa semuanya akan berantakan. Sesuatu yang akan memberikan semacam boost of ego bisa seperti ini,” Pah, kalau perencanaan keuangan kita bisa berhasil dengan baik, Papah bisa gunakan keuntungan finansial untuk liburan bersama atau kalau papah pingin beli sesuatu, pakai aja sebagian dari hasil keuntungan itu. Tapi kita harus punya standar mana yang bisa kita pakai untuk keperluan pribadi. Intinya semakin baik Papah mengelola keuangan, semakin banyak juga hasil yang Papah dan keluarga ini bisa nikmati.”
Dear Housewives, tujuan perencanaan keuangan adalah kemapanan financial jangka panjang. Seharusnya itu yang menjadi prioritas para orangtua. Setelah itu baru keuntungan yang dapat dinikmati. Laki-laki bisa menjadi seorang investor yang bersifat risk taker dengan potensi mendapatkan keuntungan yang berlipat, tapi harus dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan mengelola keuangan yang baik.
Nah jika switching role anda dapat berhasil dengan baik, saya yakin relasi anda dan suami akan lebih harmonis dan yang terpenting adalah anda berdua bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. That’s nothing in this world sweeter than a Wife and Husband try to achieve their goals together and stick to each other forever. Have a Nice Day all! Dan tidak lupa untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri dan Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Jakarta, September 6th 2011

Kamis, 07 Juli 2011

Kredit kepemilikan… biaya-biaya yang tersembunyi, Bagian ke-5 dari beberapa tulisan seri Investment for Housewives

Kredit kepemilikan… biaya-biaya yang tersembunyi
Bagian ke-5 dari beberapa tulisan seri Investment for Housewives

Suatu petang yang tenang dimana ada saat berdua untuk sepasang suami istri, pasti ada perbincangan menarik mengenai anak-anak, kabar dari kantor, impian bersama dan hal-hal yang mungkin lebih intim. Suatu ketika pokok pembicaraan menyentuh mengenai program kredit kepemilikan mobil. Ada sebuah lembaga pembiayaan yang menawarkan kredit dengan bunga cukup murah. Rupanya keluarga tersebut sudah lama ingin memiliki sebuah mobil keluarga.

“Pah, kita sudah mampu nggak ya untuk membeli mobil?” kata sang istri. “Lha kira-kira cukup nggak uang kita buat membayar cicilannya?” sang suami balik bertanya. “Lho, kok malah membalikkan pertanyaan sih?” kata si istri. “Soalnya Mama kan yang mengatur perencanaan keuangan kita selama ini? Jadi, Mama yang lebih tahu mengenai 
posisi keuangan keluarga kita,” jawab sang suami.

“Kalau menurut Mama sih rasanya kita masih mampu membayar uang muka dari tabungan kita dan cicilannya juga rasanya masih terjangkau,” jawab sang istri. “Berapa duit sih uang muka dan cicilannya?” sang suami bertanya lebih lanjut. “Uang muka + lain-lain Rp 45,264,300,- dan cicilan per bulan selama  47 bulan sebesar  Rp 5,068,800,-“ jawab sang istri.”Harga mobilnya sendiri kalau cash Rp 213,500,000,-,” lanjut sang istri.

“Hmmm…keputusan senilai 213.500.000,- rasanya layak kita diskusikan lebih serius. Coba kita bandingkan total harga yang harus kita bayar bila kita ambil secara kredit,” kata sang suami. Lalu setelah menambahkan 45.264.300 dengan (47 x 5.068.800,-) didapatlah angka Rp 238.233.600,-. Jadi selisihnya adalah Rp 24.733.600,- lebih banyak kita bayarkan bila kredit dibandingkan kalau kita ambil tunai. Secara persentase maka selisih dibagi dengan harga cash = 24.733.600/213.500.000, maka didapat angka 11,58%. “Sebenarnya persentase segitu sih cukup murah Mam. Tapi kamu mau nggak tiap 4 tahun kita ganti mobil?” tanyanya lebih lanjut. “Wah tentu mau dong, siapa yang nggak mau pakai mobil baru terus,” timpal istrinya.

“Kalau begitu coba kita berhitung penyusutannya,” lanjut sang suami. “Anggap saja kita bayar mobil itu seharga Rp 213.500.000,- trus kita susutkan selama 48 bulan dengan nilai sisa ketika akhir bulan ke-48 adalah anggap saja Rp 100.000.000,-. Jadi perhitungan sederhananya seperti ini, (213.500.000-100.000.000)/48 = 2.364.583,33 yah dibulatkan jadi 2.365.000 biar gampang.” Terang sang suami. “Nah jadi sebenarnya kalau kita mau pakai mobil, uang yang harus kita sisihkan setiap bulannya adalah sejumlah cicilan bulanan ditambah dengan penyusutan, totalnya Rp 7.433.000,-“lanjutnya
.
"Well diluar itu semua dea wife, masih ada biaya perawatan, bensin dan pajak yang harus ditanggung keuangan keluarga. Dengan jarak tempuh rata-rata 20 ribu kilometer dan konsumsi BBM sebanyak 1 liter untuk 10 km, maka tambahan biaya bahan bakar adalah (20.000/10) x 4500 = 9.000.000. Dengan asumsi harga BBM premium Rp 4500,-/liter maka tambahan biaya yang harus ditanggung keuangan keluarga adalah Rp 9.000.000,- per tahun atau setara Rp 750.000,-/bulan. Belum lagi biaya perawatan. Bisa-bisa keluar lagi 1 juta per bulan. So kalau kita hitung lagi maka total yang harus kita sisihkan per bulan  adalah:
Cicilan + penyusutan + bahan bakar + perawatan = Rp 5.068.800,- + Rp 2.365.000,- + Rp 750.000,- + Rp 1.000.000,- = Rp 9.183.800,-

“Wah, kok jadi banyak sekali Pah?” kata sang istri. “Yah memang seperti itu kalau kita mau menghitung dengan benar,” timpal sang suami. “Tapi untuk penyusutan sebenarnya duitnya kan nggak hilang, cuma disisihkan saja dan kalau Mamah bisa menginvestasikanya dengan baik, jumlahnya nanti di bulan ke-48 bisa cukup banyak lho, ditambah dengan nilai sisa hasil penjualan, kita bisa beli mobil baru lagi begitu selesai kredit.” Kata sang suami. “Papah ini kayak mikir buat perusahaan saja,” istrinya mencibir. “Ini kan keluarga, bukan perusahaan,” lanjut sang istri bersungut-sungut karena mulai melihat harapan yang memudar……(sayup-sayup terdengar lagu..."melambung jauh..terbang tinggi....", dari radio tetangga, itu tuh lagunya Anggun C. Sasmi)

“Memang kalau mau merencanakan keuangan yang baik itu harus lengkap informasinya, Mah dan kita harus meniru bagaimana perusahaan dijalankan supaya sumberdaya keuangan dalam keluarga bisa dioptimalkan walaupun terbatas.” Kata si suami lagi. “Tapi aku ada solusi nih kalau memang kita perlu mobil untuk saat-saat liburan yah sebulan empat kali pakai di akhir pekan….malah lebih murah coba bayangkan, sewa mobil Rp 600.000,- plus BBM anggap aja Rp 200.000,- semua Rp 800.000,- sebulan kita pakai 4 kali kan jadinya Cuma Rp 3.200.000,- tanpa perawatan dan penyusutan dan pajak…ahhh…pajaknya tadi belum dihitung kan?.” kata sang suami. “So, kita bisa ngirit hampir 6 jutaan sebulan dan masih bisa pakai mobil kalau perlu,” tambahnya sambil tersenyum. Sang istri hanya manggut-manggut gak mudheng (…nggak paham, dalam bahasa Jawa).

“Pusing, aku…kayak perusahaan saja,” sungut sang istri. “Tenang Mah, ada bedanya kok sama perusahaan,” hibur suaminya. “Apa?” tanya sang istri. “Di masa sulit, perusahaan bisa “membunuh” karyawannya, tapi keluarga kan tidak melakukannya, to? Justru di saat-saat sulit, keluarga seharusnya berjuang bersama-sama, itulah nilai kasih sayang yang jarang ada di perusahaan saat ini.” Kata sang suami lagi. Istrinya hanya tersenyum karena memang, “kasih sayang” adalah value yang jarang ada di sebuah perusahaan kecuali di dalam keluarganya….rumahnya….dan kasih sayang juga yang meredakan semua perbedaan mereka selama ini.

Banjarbaru, 7 Juli 2011
Catatan:
Ilustrasi harga mobil dan kredit menggunakan bahan dari www.oto.co.id mobil SX4 tanpa maksud promosi dan mengunggulkan merek tertentu, hanya untuk keperluan ilustrasi. Sedangkan harga sewa mobil hanya perkiraan saja karena saya tidak update harga sewa mobil.

Sabtu, 25 Juni 2011

Memetik Buah dari Kesabaran dan Ketekunan (Percakapan di ujung telepon) Bagian ke-4 dari beberapa tulisan Investment for the Housewives

Akhirnya tulisan jadi juga. Tapi kayaknya gak bisa singkat nih soalnya memang susah rasanya menyingkatnya. Semoga berguna dan silakan dibaca.

"Mam, masak apa hari ini?" Suara suamiku yang berat terdengar di ujung telepon pada suatu siang. “ Sup ayam dengan jamur, Pah,” kataku. “Hmmm….rasanya baunya sampai sini nih,” candanya lagi. Kami biasa saling menyapa setiap siang. Kalau tidak dia yang telepon ya aku yang akan memberinya sedikit gangguan di sela pekerjaannya. Well…jadi ibu rumah tangga tidaklah sememelas yang disangka orang. Setidaknya selalu ada yang mengangkat telepon di ujung sana. Seandainya suamiku presiden sekalipun pasti akan meluangkan waktunya beberapa menit untuk mendengarkan suaraku dan aku juga satu-satunya perempuan yang kebal  hukum bila mengomelinya…hehehe.

Lagi ngapain Pah? Tanyaku. “Ini, lho sedang menyusun portfolio investasi untuk klienku,” jawabnya dengan santai. “O….apa itu?” tanyaku. “Hmmm…itu adalah sup yang Papah buat untuk klien.” Katanya bercanda. “Sekian batang wortel dicampur dengan sekian liter kaldu ayam ditambah bawang, garam, merica dan potongan daging ayam serta daun seledri plus kubis, buncis, brokoli dan lain-lain yang bikin enak dan menyehatkan.” Jawabnya. Lalu dia menambahkan,”dimasak selama beberapa waktu dan jadilah sup yang enak serta menyehatkan.”

“Lho, investasi itu kok jadi sup?” tanyaku makin penasaran. Pekerjaan suamiku yang sering berurusan dengan segala macam investasi kadang-kadang membingungkan aku. Memang kami berbeda latar belakang pendidikan, tapi di saat sedang santai, dia sering menerangkan beberapa hal mengenai investasi padaku. “Mam, kamu juga harus melek investasi untuk lebih maksimal dalam mengelola keuangan keluarga,” katanya pada suatu waktu. “Lho Pah! Kalau Papah yang lebih pintar berinvestasi kenapa bukan Papah saja yang melakukan urusan investasi keluarga?” kataku.

“Bukan karena Papah nggak mau, tapi karena aku sebagai laki-laki ingin juga sih bermanja-manja sama kamu seperti biasa. Kamu tahu kan urusan daleman…hehehe…aku nggak pernah merasa beli celana dalam, kaos dalam dll…eh tapi tuh barang selalu siap dan ada di lemari dalam kondisi yang baik dan jumlahnya juga nggak bertambah. Berarti kamu membelikan buat aku dan aku heran kemana perginya yang lainya?” suamiku bertanya. “Jadi lap pel.” Jawabku. “Hah!!!” jawabnya pura-pura terkejut. Yah itulah salah satu kemewahan dalam berumah tangga…beberapa hal bisa terjadi tanpa kita melakukannya…hehehe.

“Hih…ini lho lagi ngomongin investasi kok malah sampai daleman segala,” kataku. “Mam, berbagi pekerjaan itu supaya kamu juga mengerti dan memahami aku lebih dalam lagi, seperti ketika aku kamu tinggal nengok Ibu yang lagi sakit dan aku harus berkutat dengan pekerjaan mengantar anak, menyiapkan makan dan minum mereka, membayar tagihan-tagihan serta mengurus cucian dan membersihkan rumah. Baru kupahami betapa pekerjaan seorang Ibu rumah tangga benar-benar tiada habisnya, “ katanya dengan jujur. Well, suamiku yang satu ini memang kuakui mampu bicara jujur….ada kalanya dia juga tidak berterus terang…tapi selalu memberiku semacam “clue” supaya aku menahan diri tidak bertanya terlalu banyak. Barangkali memang agak susah dia untuk ngomongnya…yah, laki-laki selalu saja begitu. Ada hal-hal yang katanya susah diomongkan.

“Dengan melakukan apa yang aku lakukan sebenarnya kamu juga belajar mengenai diriku dan itu juga akan membuat komunikasi kita lebih nyambung,” katanya menambahkan. Lalu dia menerangkan panjang lebar mengenai investasi untuk keluarga. Intinya, investasi itu berisiko dan harus melakukan manajemen risiko. Gambarannya ya seperti memasak sup tadi, berbagai macam instrumen investasi dipilh dan digabungkan menjadi suatu yang namanya “sup portfolio investasi” yang bisa terdiri dari saham, emas, deposito, tanah dan asuransi.

Supaya investasi itu enak dan menyehatkan maka haruslah melewati waktu tertentu untuk “dimasak” supaya matang sehingga enak dan menyehatkan kalau dinikmati. Juga harus dilakukan secara rutin supaya kita bisa mendapatkan keuntungan optimal  tanpa harus melakukan spekulasi. Spekulasi di sini artinya investasi yang bersifat untung-untungan dan tanpa perhitungan yang matang.

Sekarang seperti perumpamaan berikut:
Tahun 1 kita beli 10 gram emas senilai Rp 300.000,-/gram (harga emas saat itu). Tahun kedua beli lagi 10 gram seharga Rp 375.000,-/gram. Tahun ketiga beli lagi senilai Rp 325.000,- per gram. Pada tahun keempat harga emas Rp 360.000,-/gram. So bila kita perlu menguangkan investasi emas maka yang kita jual adalah emas yang kita beli pada tahun pertama dan tahun ketiga, karena sudah ada keuntungan. Emas yang kita beli tahun kedua harus kita simpan karena belum menghasilkan keuntungan. Ini sebenarnya adalah prinsip inventory sederhana yang juga menjadi manajemen risiko dari investasi itu sendiri.

Dalam contoh diatas kita kan punya dimensi waktu supaya investasi itu, seperti halnya sup ayam, dapat kita nikmati karena bahan-bahannya sudah cukup matang. Sedangkan bahan dan bumbunya atau dalam hal ini instrumen investasinya dapat digabungkan antara emas, deposito, reksadana atau saham dan juga asuransi. Tentunya dengan komposisi yang sesuai.

“Selain itu ketekunan untuk melakukan investasi dan kesabaran juga diperlukan lho,” kata suamiku lagi. Lalu sambungnya,”investasi itu perlu waktu untuk tumbuh, dan investor harus memiliki ketekunan untuk menginvestasikan dananya pada investasi yang punya prospek bagus.” Demikian perbincangan kami di telepon.  Terus terang aku masih ada beberapa hal yang ingin kutanyakan karena ngomong di telepon tentunya tidak seleluasa kalau bertatap muka langsung….hmmm tapi itu bisa nanti setelah dia pulang. Get back home soon, Honey!

Banjarbaru, 26 Juni 2011


Kamis, 09 Juni 2011

Bagaimana Berinvestasi Bila Bujet Amat Sangat Mepet Sekali

Bagian ke-3 dari beberapa tulisan dalam seri Investment for Housewives

Alkisah, di sebuah surat kabar terpampang judul yang menarik minat untuk membaca, "Ribuan korban penipuan investasi ramai-ramai melapor". Hari gini masih ada yang tertipu investasi????? Benar-benar hebat, dahsyat dan sekaligus bodoh.....sampai ada yang stress dan gila karena duit simpanannya yang dikumpulkan selama bertahun-tahun ludes...amblas...kosong blong !!! Bahkan ada yang pinjam duit untuk diinvestasikan....astagaaaaa!!!!
Memang untuk menjadi kaya harus mengambil risiko, tapi please deh....jangan bodo-bodo amatlah! Dear housewives, saya akan bagi beberapa prinsip utama untuk investasi bagi keluarga yang bujetnya amat sangat mepet sekali. Begini, pertama yang anda pikirkan adalah cari tipe investasi yang punya Opportunity Cost paling tinggi, baru kemudian investasikan ke tempat yang lainnya kalau masih ada sisa anggaran.
Investasi apa yang punya Opportunity Cost paling tinggi? Anda tahu? Jawabannya adalah ASURANSI. Kenapa asuransi? Karena itulah satu-satunya produk investasi yang ketika anda masuk sebagai nasabah, anda selalu dicurigai apakah anda sehat atau tidak, premi diukur dari usia dan jenis kelamin juga serta risiko pekerjaan....damn insurance company!!!! Maafkan kata-kata kotor saya tapi sesungguhnya memang demikian adanya dan mudah-mudahan tulisan ini tidak dibaca anak-anak. Tapi ketika saatnya klaim anda dibayarkan wow...insurance company is damn good babe!!!
Cari yang preminya murah dan memberikan uang pertanggungan yang besar. Semakin anda menunda semakin besar jumlah premi yang harus anda bayar karena faktor usia dan risiko kesehatan. Suatu saat pernah saya buat suatu ilustrasi yang membandingkan antara nasabah asuransi yang masuk di usia 35 dan yang masuk di usia 40 tahun. Hasilnya yang berusia 35 tahun dapat mengumpulkan sekitar 200 juta lebih banyak dari yang berusia 40 tahun pada saat masa pensiunnya. Opportunity Cost yang hilang selama 5 tahun (usia 40-35=5 tahun) adalah 200 juta rupiah atau sekitar 40 juta-an setahunnya. Semua perusahaan asuransi tidak ada yang jelek selama bisa bayar klaim. Inilah yang akan menolong meringankan beban keluarga bila terjadi risiko kehidupan yaitu sakit, cacat tetap atau bahkan meninggal dunia.
Yang kedua belilah emas yang bukan perhiasan tetapi logam mulia (LM). Anda bisa dapatkan dari yang satuan terkecil 1 gram kalau masih ada. Dan lakukan rutin dan catat harganya serta tanggal pembeliannya. Ini adalah prinsip inventory atau gudang...my dear kamu sudah punya gudang emas! Dengan prinsip inventory ini ohhh....kita bisa untung di saat orang lain "merasa" rugi. Kuncinya adalah beli secara rutin!!
Nah...tentunya dengan cara ini kalau bisa kebutuhan primer terutama rumah harus sudah punya. Kalau belum ya tentunya jangan ambil risiko untuk investasi. Investasi hanya untuk yang punya uang berlebih, kalau uangnya mepet...sebaiknya ambil alternatif pertama dulu....proteksilah asset atau bisa lebih miskin lagi.
Yah...namanya juga mepet...strateginya juga terbatas, tapi komitmennya harus lebih besar. Itulah kuncinya.....eh istriku mana tadi???? Wah...hehehe, ngimpi nih....aku kan lagi di luar kota.

Banjarbaru 10 Juni 2011

Minggu, 05 Juni 2011

Surat buat Istriku

Tulisan ini adalah di luar rencana saya dan saya tidak  ingin memasukkannya dalam seri tulisan Investment for Housewives karena sarat dengan luapan emosional. Ini hanya berbagi namun bisa juga menjadi tambahan “romantika kehidupan” untuk seri Investment for Housewives.

Istriku,
Kuingat suatu saat kita berdebat mengenai peran Ibu Rumah Tangga dalam keluarga. Aku tahu mengenai latar belakang pendidikanmu dan ketrampilanmu dan bahwa engkau memiliki kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan tambahan bagi keluarga. Tapi akhirnya perdebatan emosional itu berakhir dengan betapa pentingnya peranan Ibu bagi seorang anak dan kita sepakat bahwa anak-anak perlu engkau di sisi mereka.

Hari ini tiba-tiba aku teringat saat itu ketika kuterima gajiku bulan ini. Aku duduk di samping sepasang suami isteri yang sudah cukup lanjut. Ketika kutanyakan pada mereka apakah hendak mengambil uang pensiun, sang suami berkata bahwa mereka hendak mengambil simpanan hari tuanya untuk bulan ini. Ternyata sang suami bukan pegawai yang terima pensiun. Mereka hidup dari simpanan hari tua mereka yang dahulu mereka tabung dengan cermat untuk persiapan masa-masa pensiun.

Hmmm….lalu kuingat saat perdebatan kita waktu itu. Pikiranku tiba-tiba mendapatkan suatu jawaban bahwa sesungguhnya kau melakukan peran yang luar biasa bagiku dan anak-anak. Seorang suami yang bekerja diukur secara finansial dari pendapatannya,….tetapi seorang Ibu Rumah Tangga….tahukah kamu sayang…berapa kontribusinya secara finansial? Ya,….itulah dari seberapa besar dia tiap bulannya dapat menyisihkan pendapatan dari suaminya untuk ditabung guna hari tua mereka (tentunya setelah keperluan untuk sekolah anak-anak dan lain-lain tetek bengek hanya kamu yang sanggup melakukannya).

Istriku, memang aku memulainya dengan memberikan pendapatanku tiap bulan kepadamu, tapi sebenarnya pada dirimulah semua itu ujungnya. Ketelitianmu mengelola keuangan keluargalah yang pada akhirnya menentukan kesejahteraan masa tua kita nanti. Walaupun saat ini kontribusimu terasa sedikit tapi pada akhirnya yang sedikit itulah yang menjadikan masa tua kita lebih bahagia. Bahwa sebenarnya peranmu sangat besar bagi masa-masa yang akan datang.

So, janganlah berkecil hati, semua indah pada waktunya…seperti saat pernikahan kita dulu…Indah pada waktunya. Sekarang adalah waktuku untuk mencari uang dan waktumu mengelola semuanya itu, namun besok ketika aku sudah tidak sanggup bekerja lagi itulah waktumu memetik hasil ketekunanmu dan aku berharap dapat menemani kamu sepanjang sisa umurku. Di saat itulah hal yang paling tidak aku inginkan adalah pertengkaran karena uang kita tidak cukup membayar keperluan sehari-hari.

Saat itulah aku akan mengantar kamu ke pasar, mengunjungi anak dan cucu, berjalan pagi bersama serombongan orang-orang lanjut usia seperti kita serta kemanapun kamu inginkan. Setelah hari-hari yang melelahkan di masa muda kita, aku inginkan masa tua yang tenang dan bahagia bersama engkau. Semoga tulisan ini dapat melegakan hatimu atas pengorbananmu. O, iya Sayangku…di masa-masa itu aku mungkin masih egois seperti saat ini, tapi kuharapkan akan banyak berkurang seiring dengan waktu dan bisa membuatmu lebih bahagia.

Palangka Raya, 7 Juni 2011

Senin, 30 Mei 2011

Investment for Housewives Bagian ke-2 dari beberapa tulisan

Cash Flow...Cash Flow...Cash Flow
Maksimalkan Cash Flow keluarga yuk.....
Tanggapan dan kritikan yang masuk pada tulisan saya benar-benar membuat semangat menulis menjadi menyala nyala…wow terimakasih kawan-kawan. Ini saatnya belajar lagi, sambil ngeteh sore-sore tentunya lebih relaks dan nikmat kan. Kapan lagi kita bisa belajar sambil ngeteh dan makan snack sore sementara anak-anak masih asik dengan kursus dan hal lain?
Sampai mana ya? Oh, iya manajemen kas…yuhuu…ini topik yang cukup seru deh! Kas berada dalam urutan pertama daftar asset. Pentingkah? Wow…pastinya penting sekali, kalau tidak, pasti nggak ada dalam urutan pertama, ya kan.
Kas dalam rumah tangga dihasilkan dari penerimaan atas gaji atau pendapatan sewa atau pendapatan lain-lain. Gaji diperoleh dari penghasilan nafkah, bisa suami atau istri yang bekerja sebagai karyawan. Pendapatan sewa merupakan pendapatan yang diperoleh oleh keluarga karena menyewakan rumah, kebun dll. Sedangkan pendapatan lain-lain yaitu misalnya apabila anda putus arisan, dapat warisan, sumbangan dari teman dan lain-lain deh pokoknya yang sifatnya tidak terduga dan tidak terukur jumlahnya. Nah, kalau seandainya Ibu rumah tangga tersebut telah mengembangkan bakat bisnisnya sehingga ada tambahan pendapatan lain yang jumlahnya cukup besar dari bisnis tersebut, maka statusnya sudah berubah tentunya bukan Ibu rumah tangga biasa kan? Ok, yang ini kita bahas lain kali saja kalau ada kesempatan. Temanya bisa saja Meningkatkan dan Melindungi bisnis anda supaya tidak miskin ketika bangkrut….haaa…panjaaaannngg sekali dan mengerikan.
Ok, back for good….hmm…lagunya wet wet wet tuh.  Nah manajemen kas itu sebenarnya sudah banyak dipraktekkan oleh Ibu-ibu rumah tangga dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Tapi jangan lupa tambahkan dengan jumlah tabungan dan simpanan lain setara kas….setara kas artinya dapat diuangkan dengan cepat. Gitu saja, gak usah bertele-tele dengan kaidah akuntansi karena hmmm….saya juga tidak terlalu paham secara detil dan di sini kita melakukan manajemen rumah tangga yang pelaku dan pengawasnya adalah anda sendiri. Just make it as simple as possible karene kerjaan seorang housewife sudah banyak dan menyita seluruh energi dan emosi, kalau bisa semuanya simple dan hmmm…Say, nggak pinginkah kamu ke salon atau spa sesekali, trus melakukan hobbymu yang lama nggak tersentuh atau having fun dengan anak-anak? Ummm….tentu saja pingin tapi itu tadi kita hidup dengan bujet yang ketat dan tampaknya semua barang harganya naik terus akhir-akhir ini. Yah…ayolah kita fokus pada hal yang bisa kita kontrol…sementara lupakan dulu hal lain.
Ok, dear….sejumlah inilah yang bisa kita pakai untuk menabung dan membiayai aktifitas ekstra lainnya. Lakukan seperti ini….Kas Masuk-Kas Keluar=Jumlah yang siap disisihkan (disebut juga kas bersih/nett cash). Gampang kan? Apa…..masih tersisa jumlah yang sedikit? Oke mari kita maksimalkan asset kita. Orang-orang yang bijak memaksimalkan asset mereka sehingga mereka dapat memiliki kualitas hidup yang baik. Coba kita petakan kepemilikan asset kita. Sebidang tanah kosong di dekat komplek perumahan, Satu rumah warisan ….wow…kita cukup kaya bukan?
pekarangan kosong, bisa kita sewakan untuk garasi mobil atau tempat parkir bank ataupun pertokoan di sekitarnya kan? Pastinya akan ada tambahan kas bersih dari hasil sewa tersebut. Itu adalah salah satu contoh operasionalisasi asset.
Apa? Bagaimana kalau tidak punya asset yang bisa dioperasionalkan…well, honey…pilihan yang ada cuma ada dua untuk mendapatkan tambahan kas bersih. Yang pertama adalah memaksimalkan asset dan yang kedua adalah mencari tambahan penghasilan. Rasanya cuma itu saja pilihan yang ada.
Mengenai cara menambah penghasilan, usahakan tidak menambah modal atau pakai modal sekecil-kecilnya karena fokus utama adalah memaksimalkan asset sehingga kita bisa pakai asset kita yang ada Hon, misalnya Papah ada mobil buat ke kantor dan mobil ini cuma buat berangkat dan pulang kantor saja, berarti asset ini kurang maksimal, selama jam kantor bisa saja kita sewakan mobil ini kan? Pokoknya optimis deh jalan selalu ada asal ada niatnya.
Ok, Say…saatnya jemput anak-anak dari les….aku atau kamu yang njemput? Papah aja deh, tolong sekalian mampir beli telur trus itu jaket  sama susu untuk Jesi dibawa sekalian kasian kan sudah malam dingin sekali, terus…bla…bla..bla…..Hati-hati ya Pah! Hmmm….that’s my wife…gak pernah kekurangan bahan omongan….hehehe.

Palangka Raya 30 Mei 2011

Jumat, 27 Mei 2011

Investasi for Housewives--ASSET (bagian 1 dari beberapa tulisan)

Selamat Pagi,
Beberapa waktu yang lalu salah satu adik saya mendesak saya menulis buku mengenai investasi. Upsss.....buku investasi????? Wkwkwkw.....sudah banyak tuh dipasaran. Saran hanya masuk kotak ide. Setelah lewat 3 bulan kemudian....pada saat saya sedang berada di perjalanan muncul kembali ide tersebut dan sekaligus sudut pandangnya.

Hmmm....menurut saya buku investasi sudah berjibun di pasaran. Dan diperlukan satu sudut pandang yang baru supaya orang mau membacanya dan dipraktekkan. Ya, apalah artinya baca berbagai macam buku investasi dan tidak dipraktekkan? Buang-buang duit dan kita ikut berkontribusi pada kerusakan hutan....heheh...kertas kan bahannya dari pohon ya....whatever....yang jelas kata orang Jawa....muspra...mubazir...

Nah....setelah dimatangkan ternyata idenya adalah membuat tulisan mengenai investasi dengan sudut pandang seorang Ibu rumah tangga. Nah, tahu sendiri kan ibu rumah tangga itu nggak kerja tapi kerjaannya banyak. Bayangin pagi-pagi sudah bangun, nyiapin sarapan suami dan anak-anak....nganter sekolah anak, trus bersih berish rumah dan cuci pakaian....belanja ke pasar...masak makan siang...jemput anak lagi sekalian shoping yeee......pulang....ngantar les....siapin snack sore....pergi arisan di tempat Bu RT....trus gitu sampai mau tidur malam aja digangguin suami....hehehe.....

Yang lebih stressfull lagi nih....harus mengelola keuangan keluarga....kliyeng po ra nek ngono hayooo...sorry balik ke selera asal....bahasa Jawa heheheh.....maksudnya kalimat itu kira-kira...apa nggak pusing kepala hayooo.....gitu deh. Gaji suami harus dikelola supaya habissss....halahhh....kok habis sih????
Lha tapi biasanya gitu sih....habis atau minus.....Gubrakkk!

Well, listen Honey!.....sekarang tantangan untuk menjadi manajer keuangan yang baik adalah mengelola sisi aktifa dan pasifa dari neraca keuangan keluarga dan melakukan semuanya itu untuk memastikan kesejahteraan stockholder atau dalam hal ini keluarga.

Oke Ibu-ibu.....Aktifa bisa juga disebut asset. Dalam neraca ini ada di sisi sebelah kiri....tapi kalau bingung gak usah pake kiri kanan deh karena saya yakin masih ada yang suka bingung mana tangan kanan atau mana tangan kirinya.....hehehe.....ok sebut saja asset. Apakah asset itu?

Asset secara umum bisa disebut sebagai kekayaan keluarga. Asset lancar dan asset tetap. Asset lancar adalah aset yang mudah dijual dengan cepat atau dijadikan uang dengan cepat termasuk di dalamnya adalah uang tunai, tabungan di bank, deposito, logam mulia, dan surat berharga lain seperti misalnya saham dan juga polis asuransi yang memiliki nilai tunai (jenis unit link).

Yang kedua adalah Asset tetap atau asset yang bila diuangkan atau dijual biasanya tidak cepat laku dan bisa agak lama contohnya bangunan gedung, rumah, villa atau tanah. Dalam tujuannya sebagai investasi jangka panjang, logam mulia (emas) dan polis asuransi bisa dikategorikan pada asset tetap juga. Itu menurut saya lho....artinya saya tidak mengikuti kaidah-kaidah akuntansi standar dalam pengelompokan ini.

Tujuannya adalah memberikan gambaran bahwa asset tetap adalah memiliki sifat investasi jangka panjang dan asset lancar adalah memiliki sifat investasi jangka pendek. Good girl! sudah mendapat gambaran?....Belum???? yah.....maklum biasanya cuma mencatat pemasukan dan pengeluaran kan?
Nah dengan mengidentifikasi asset anda bisa lebih bersyukur dan tidak cemberut terus kalo gaji suami kena potongan....hahahah....karena sebenarnya anda akan tahu bahwa anda dan keluarga lebih kaya dari yang anda bayangkan sendiri. Dengan begitu anda akan lebih bersyukur dan lebih ringan hati....Amiiinnn!!

Coba bayangkan anda memiliki sebidang tanah pekarangan....berapa nilainya? Rumah yang anda tempati ini, berapa nilainya trus perhiasan yang dibelikan dengan penuh kasih sayang oleh suami tercinta berapa nilainya sekarang. Belum puas? Lihat uang pertanggungan asuransi yang dimiliki suami anda 200 juta?....500 juta???? atau lebih. Mobil anda berapa nilainya sekarang? Nah jumlahkan semua itu...eh kalau anda bisa menghitung coba juga tambahkan berapa meter kubik tanaman pohon jati atau sengon di tanah pekarangan anda...itu duit juga lho...juga kalau anda punya sapi atau ternak yang lain....
Nah cukup kan alasan untuk menjadi orang kaya??? Marilah kita bersyukur...

Apa, Say??? Cuma punya uang tunai sedikit? Well....itu masalah lain tapi apakah cukup buat belanja dan kebutuhan harian?....syukurlah kalau begitu mari kita tidur dan kita pikirkan pemecahan masalah manajemen Cash Flow untuk hari yang lain. Ok seperti serial anak-anak teletubies...mari...berpelukan!

And there lay on the bed Husband and Wife....sleep peacefully. The problem for today is settled in their room and who knows what tomorrow would bring????


Banjarbaru Akhir Mei 2011

Rabu, 09 Maret 2011

Dua Cara Paling Jitu Menyelesaikan Masalah Anda

Menurut pengalaman saya, ada dua cara paling jitu menghadapi masalah.
Sebelum menghadapinya sebaiknya anda melakukan sedikit analisis SWOT dulu (Strength, Weakness, Opportunity and Threat). Atau bahasa jawanya "digelar-gulung".

setelah itu lakukan satu diantara 2 pilihan ini.

1. hadapi dan selesaikan

2. LUPAKAN!
hehehe...cara kedua adalah cara paling gampang tapi tidak saya sarankan untuk dilakukan bila resource anda untuk menyelesaikan masalah tersedia dengan cukup.

Karena masalah merupakan bagian dari ujian hidup, ibaratnya sebuah kurikulum, hidup itu ditakdirkan sempurna. Untuk sempurna setiap orang harus melewati dan lulus ujiannya. Percayalah bila anda melupakan masalah anda dan tidak mengerjakannya, ujian itu akan datang dalam bentuk yang berbeda. Itu karena anda berhutang ujian. Jadi sebisa mungkin bersiaplah dan berjaga-jagalah!

Banjarbaru
9 Maret 2011

Selasa, 11 Januari 2011

Berbagi Ketiadaan

Pagi ini di salah satu stasiun televisi saya menonton siaran mengenai perencanaan keuangan keluarga. Mereka para pakar itu berbicara mengenai membagi pos-pos keuangan keluarga antara suami dan istri terutama bila masing-masing bekerja. Trus ada yang nyeletuk kalau pembagian tidak merata bagaimana?

Secara spontan tak jawab ya, kalo mau dibagi ya yang ada saja yang dibagi. Adanya seberapa baru dibagi. Memang penyakit orang berumah tangga dalam hal keuangan adalah perbedaan tujuan keuangan. Yang satunya pingin beli mobil, satunya pingin beli rumah....coba ada rumah mobil ya, pasti nggak masalah lho!
Satunya pingin foya-foya, satunya pingin nabung...oke Hon! kita ke Las Vegas...bisa foya-foya dan nabung lebih banyak kalo beruntung menang judi...hehehe.

Lha itu kalo ada duitnya dan cukup. Kalau nggak ada trus apa yang dibagi? Lhadalah....mosok sampai nggak ada seh???? Lha nyatanya ada tuh yang cerita seperti itu ke saya. Salah seorang saudara yang sekarang sukses pernah bercerita bahwa dia dan istrinya pada suatu saat pernah sampai bingung beli beras karena duitnya habis. Trus sing dibagi apaaaaaa........

Ya sudah, kita pinjam duit saja, katanya. Lha..dalam hal pinjam duit inilah mereka suami-istri kompak. Berbagi ketiadaan dengan pasangan dan siap pasang body, menebalkan muka dengan semen pasir kualitas terbaik dan tidak lupa pake aci biar halus mulusss.....jadi kalo pinjam duit ya nggak ngisin-isini (nggak memalukan). Itu lho meniru Pak Ical Bakrie,...pinjam duit harus mentereng mobil paling mewah dibawa, prospektus perusahaan dibawa. Hasilnya bisa dapat pinjaman yang banyak dari Bank. Horeeeee.....!!!!.

Lha tapi kalo pinjam mertua ya caranya kebalikannya itu, harus dengan wajah memelas supaya dapat belas kasihan dan pinjaman dengan grace period tak terbatas......olala! Nah cara apapun yang dipilih yang penting dapur ngebul lagi kan?

Trus sebenarnya yang apa sih yang mereka bagi sebagai suami istri dalam hal itu? Hmmm....menurut saya mereka berbagi risiko hidup! Sesuatu yang mungkin tidak pernah menjadi bayangan pasangan muda yang sedang berbunga-bunga penuh cinta ketika merencanakan hidup bersama...pokoknya asal bahagia Mas! Yah bagi mereka yang sudah bertahun-tahun hidup bersama itulah realita kehidupan. Berbagi risiko...berbagi ketiadaan! Bahkan ketika tidak ada yang dibagi pun masih bisa berbagi.....Sodara-sodara hidup itu indah ketika kita menjadikannya indah!

Salam penuh keindahan

Jakarta, menunggu flight ke Palangka Raya!

Jumat, 31 Desember 2010

Lagi-lagi Soekarno

Kisah ini hanya copy paste dari forumnya Vivanews.com
Bandingkan dengan negosiasi pembebasan Petugas DKP dan Nelayan Malaysia baru-baru ini. Kebanaran dari cerita ini saya sendiri kurang jelas karena saya tidak melakukan riset mengenai hal ini. Mohon dimaafkan.


Kisah ini dimulai dengan adegan berikut.

Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu.



Allen Pope Di tangkap gan

Kali ini Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu.

Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.

Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.

Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.

Mungkin bahkan Bung Karno sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.


Nego Sm Presiden "Ike"

Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan.....ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.

Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.

Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.

Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.

Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.

Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.

Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.

Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.


Ktemu Kennedy

Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.


Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.

Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.

Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.

Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.

Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.


Nego niy sm kennedy bwad beli Hercules

Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.

Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.

Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian? Wallahualam

Rabu, 29 Desember 2010

Tahun Baru

Horeee...Tahun Baru segera tiba!
Apa yang baru ya???
Harapan....
Strategi......
Istri????? halah.....istri baru = masalah baru hehehe...mari berbicara yang lain saja.
Banyak kenangan lama yang tertinggal di belakang dan bermain dalam ingatan. Semua kenangan pahit dan manis menjadi satu menjadi kekayaan batin yang luar biasa, menambah pengalaman dan kematangan dalam bertindak ke depan. Manusia adalah makhluk yang mengenang, rasanya tiada makhluk hidup lain yang bisa mengenang dan menghidupkan kenangan layaknya manusia.....saya nggak tahu apakah alien dengan teknologi misteriusnya juga memiliki kenangan.

Masa lalu kadang memberikan juga harapan akan masa depan, masa lalu bisa memberi kekuatan untuk bertindak, masa lalu adalah pembelajaran dan masa lalu membuat mereka yang mengerti selalu bersyukur. Seberapa pahit masa lalu pasti adalah pijakan yang baik untuk masa depan. Setidaknya itulah yang diharapkan oleh orang-orang yang berpikir positif. Akhirnya semua hanyalah kenangan....

Berbicara mengenai kenangan, ada beberapa baris syair berbahasa inggris yang membawa kenangan indah akan persahabatan, cinta dan kekuatan dari kebersamaan. Syairnya begini:

You place gold on my finger
you brought love like I'd never known
you give love to our children
and to me a reason to go on


You're my bread when I'm hungry
you're my shelter in troubled wind
you're my anchor in life's ocean

Don Williams' song You're My Best Friend

dan ini bagian yang menyentuh....But most of all....your're my best friend! Yah, bagian ini sering membuat saya menangis....cengeng...melankolis....terharu...dll....

Ya...sahabat atau bestfriend dalam segala bentuknya apakah dia istri, saudara, pacar, kawan lama adalah sebagian dari hidup kita. Berbagi dengan sahabat adalah masa-masa yang indah, dimana kita menemukan kawan dan kekuatan. Saat ini adalah saat untuk berbagi bersama teman dan sahabat....melewatkan tahun yang lama dan menyambut tahun baru bersama teman dan sahabat adalah saat-saat yang paling indah.

Adakah hal paling indah dalam hidup ini selain BERBAGI????

Salam Harapan dan Kenangan
Nagan Tengah, akhir Desember 2010

Selasa, 07 Desember 2010

Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi Sun Belani Nganti Tumekaning Pati

Judul di atas tersebut bener nggak nulisnya saya tidak tahu dan mohon dimaafkan. Yang jelas saya sering mendengarnya dulu dimasa kejayaan TVRI Jogja menayangkan siaran "kethoprak" yaitu semacam drama tradisional yang biasanya diambil dari fragmen sejarah atau babad tanah jawa atau apapun yang berbau jaman feodal.

Sadumuk bathuk, artinya kurang lebih walau hanya selebar jidat....lha kalau jidat saya atau jidat Mario Teguh memang lebaaarrrrr hehehe... Sedangkan Sanyari bumi artinya kurang lebih tanah sejengkal. Bagi orang Jawa, itulah harga suatu kehormatan, sadumuk nanging kuwi kan bathuk, sanyari tapi iku kan bumi tumpah darah....ibaratnya kalian boleh menghina saya sepuasnya tapi jangan mencoba merebut kehormatan sejati saya. Sun belani nganti tumekaning pati....artinya akan saya (Sun) bela kalau perlu sampai mati.

Kehormatan Sejati

Dalam ajaran yang diturunkan oleh leluhur, kehormatan sejati tidak dinilai dengan uang dan materi tetapi dinilai dari seberapa teguh seseorang berpijak pada keyakinannya. Keyakinan itu menimbulkan iman, dan iman itu mampu memindahkan gunung, begitu kata kitab suci. Siapa pun yang mampu bertahan dalam keyakinannya sampai mampu ibaratnya memindahkan gunung, maka dia pasti akan dihormati. Apakah dia berasal dari kalangan bangsawan, brahmana ataupun rakyat kaum sudra.

Keyakinan yang kuat mampu memancarkan aura kewibawaan, dan jika dikomunikasikan dengan baik maka akan dapat mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama dengan satu komitmen dan tujuan bersama berusaha mencapai tujuan itu. Inilah inti sebenarnya dari LEADERSHIP! Keyakinan!

Lha trus hubungane karo Sadumuk Bathuk iku apa Mbah?????

Halah....iya nglantur ngomongnya. Nah, sadumuk bathuk sanyari bumi itu adalah ibarat orang kalau sudah memiliki keyakinan yang teruji maka setialah pada keyakinan tersebut, jangan mencla-mencle....esok dhele sore tempe, mbengi gembus.....lha rak malah tekan gembus barang, saruuuuu!!!!!

Ya itulah kalau orang plintat-plintut kan saru....memalukan! Seorang pemimpin sejati adalah seorang yang yakin atas nilai-nilai yang dianutnya dan berani memperjuangkan nilai-nilai tersebut. Begitulah kira-kira maksud dari kalimat Sadumuk bathuk sanyari bumi......


Salam dari seorang musafir

Banjarbaru 1 Suro tahun ini juga

Sabtu, 04 Desember 2010

KENTUTMU eksistensimu

Sengaja saya pilih judul yang provokatif untuk menarik perhatian pembaca. Di jaman yang semakin riuh oleh komunikator yang begitu getol menarik perhatian massa, maka sesuatu yang tidak provokatif pasti lebih banyak diabaikan. Begitu dahsyatnya provokasi sehingga bisa menggerakkan massa untuk melakukan sesuatu. Itulah yang saya coba ambil menjadi judul ini. Setidaknya supaya anda mau meluangkan waktu sejenak berbagi dengan saya yang kesepian di dunia yang hiruk-pikuk ini melalui tulisan saya.

KENTUT adalah suatu peristiwa dimana anus mengeluarkan suatu gas dari dalam saluran pencernaan. Peristiwa tersebut kadang disertai getaran yang menimbulkan suara disertai bau yang menusuk hidung. Bisa juga hanya bau tanpa suara atau suara keras tapi tak berbau.

Dalam beberapa kebudayaan, kentut di tempat umum atau dalam acara resmi, misalkan makan malam, dianggap tidak sopan dan barbar. Dalam guyonan para ibu-ibu di jawa jaman saya masih kecil dikatakan kalau yang berani kentut denga suara tanpa risih ditutup-tutupi itu berarti tidak perawan....hehehe...jelas terang tidak perawanlah lha wong ibu-ibu kok.

Tapi tahukah anda bahwa di jagat yang semakin riuh rendah ini bahwa kentut adalah symbol eksistensi diri yang genuine, orisinal tidak dibuat-buat dan paling bisa dipercaya? Baiklah akan saya bawa anda pada suatu pengalaman menggelikan yang menjadi latar belakang dari tulisan ini.

Pada suatu ketika dalam sebuah bus AC antara Jakarta dan Bogor ada sekelompok penumpang yang asyik dengan hp-nya masing-masing. Entah chatting, facebook-an atau sekedar baca sms. Memang di jaman sekarang ini suami istri yang sedang nungguin anak kadang-kadang sibuk dengan hp masing-masing sehingga kadang-kadang terlena kalau pasangannya main mata sama orang lain...hehehe....bagi para laki-laki yang suka iseng coba saja kalian coba trik ini untuk ibu-ibu yang suaminya asyik facebook-an pake hp dijamin anda mendapat tanggapan. Masalah itu tanggapan yang berupa senyuman manis atau pelototan atau melengoskan muka itu sih tergantung peruntungan anda sendiri hehehe....

Kembali pada cerita tadi,...dalam kesunyian dimana setiap orang asyik dengan urusannya sendiri-sendiri, tiba-tiba saya merasa pingin kentut. Nah karena saya termasuk makhluk dengan didikan sopan santun yang tinggi(wong jawa gitu loh), maka sebisa mungkin saya keluarkan kentut itu seperti cara ibu-ibu kalau beli panci kriditan....mencicil sedikit demi sedikit sehingga suaranya bisa tersamar dengan suara mesin kendaraan.


Bisa dibayangkan bukan betapa tersiksanya kenikmatan saat itu...uhhh!!! Akhirnya berhasil keluar semua gas-gas buang penuh racun itu dari perut saya. Tapi walaupun suara dapat disembunyikan bau yang dihasilkan dari sisa metabolisme tersebut ternyata tak sanggup ditutupi oleh harumnya parfum kendaraan merk G**** yang digantung di lubang ventilasi AC. Beberapa penumpang yang semula cuek bebek dengan keadaan sekitarnya dan sedang asik bercinta dengan handphone masing-masing mulai terganggu dengan bau kejujuran yang mengusik hati nurani tadi. Bagaikan sebuah pencerahan atau ilham yang datang menerangi dengan tiba-tiba membuat para penumpang tersadar dari dunia maya terseret kembali ke alam nyata.

Kenyataan yang sebenarnya sering terlupakan karena khayal yang ditawarkan oleh jaringan pertemanan maya, dimana orang hanya terlihat baiknya saja tanpa kita bisa tahu bahwa yang bersangkutan itu sebenarnya hanyalah sejenis penipu yang mungkin sedang mengincar orang-orang yang lena. Atau dimana status yang dipasang adalah hasil copy paste dari situs lain.

Wahai....betapa seketika itu juga saya merasa malu, tapi di samping itu juga saya merasakan bahwa kentut tadi benar-benar mampu menarik perhatian orang-orang yang sedang terbius alam maya. Bayangkan jika saat itu saya dengan tersipu-sipu mengaku bahwa saya yang mengeluarkan bau tersebut, tentunya saya akan mendapatkan kembali eksistensi saya yang dilupakan oleh orang-orang itu....tentu saja hal itu......TIDAK SAYA LAKUKAN!! Lah bagaimanapun juga saya ini terlanjur dididik sebagai orang sopan sesuai adat Jawa dan juga sedikit hipokrit hehehe....


4/12/2010
Banjarbaru, Kalsel Indonesia

Sabtu, 27 November 2010

Perkenalan

Blog Dunia Mbah Ro (singkatan dari Mbah Pawiro) ini didedikasikan untuk para petualang kehidupan, para musafir yang tak henti-hentinya mencari kebaikan dalam kehidupannya. Nama Mbah Ro diambil dari julukan saya sewaktu SMP yang diberikan oleh teman saya tersayang Hendri 'Mehonk'. Bagi mereka yang sempat membaca blog ini, bila ada kebaikan yang didapatkan mohon simpan dalam hati saja, kalau kurang berkenan bisa diutarakan saja.

Selamat datang di dunia Mbah Ro!